Menggenggam Cahaya Amal dengan ‘Tangan’ Yaqin yang Kuat

Bismillahirrahmanirrahim

Amal itu ibarat ikan, yang jika di tidak digenggam dengan tangan yang kuat maka akan lepas. Lepasnya amal bisa karena dua kemungkinan:

A.) Amal lepas karena kita tidak melakukannya (gagal melakukannya)

Contohnya: Si fulan ingin sekali puasa Senin Kamis. Kemudian, dia bangun dan makan sahur lalu mengucapkan niat. Siang hari di meja makan ada makanan kesukaannya. Saat itu jam makan siang dan kebetulan perutnya juga lapar karena tidak menggenggam amal yaqin dengan kuat. Yasudah, jadilah dia lebih memilih membatalkan puasanya.

B.) Bisa yang lepas bukan amalnya, tetapi pahalanya.

 

PILAR YAQIN

Sejauh mana keyaqinan orang ditandai dengan sekokoh apa pilar-pilar yaqin dibuat. Kuat atau tidaknya tergantung pilarnya. Kalau menginginkan tangan yaqin yang kuat, pilarnya ada tiga:

  1. Berfikir baik tentang apapun

Misal: ada imam sholat membaca surat yang panjang sekali. Kemudian, jamaah yang mendengarkan berkata, “Aah mentang2 hafal Quran. Pamer !”.

Kalau yang muncul pertama kali adalah pikiran buruk seperti itu. Berarti pilar yaqin ini belum ditegakkan.

Lalu, bagaimana caranya agar mempunyai pikiran baik tentang apapun ?

Wujud berpikir yang baik:

– Menyadari bahwa segala peristiwa terjadi dengan izin Allah Yang Penyayang

– Menerima semuanya dengan pikiran yang lapang

– Tidak ada yang Allah izinkan tidak membawa kebaikan, pasti segala sesuatu membawa kebaikan.

– Menjadikan apapun sebagai alasan untuk melakukan yang membuat Allah senang.

2. Berperasaan benar karena sebab apapun

Wujud perasaan yg benar: Tegas, lembut, santai

Tugas kita adalah bagaimana ketiga perasaan tersebut menjadi perasaan yang benar yaitu dengan melakukan tiga perasaan tersebut pada tempatnya.

Tegas kepada segala kemunkaran. Munkar itu segala yang diingkari oleh hati. Namun,  hati-hati perasaan tegas dapat luluh karena cint dan perasaan tegas dapat luluh karena ancaman.

Lembut kepada segala yang ma’ruf. Ma’ruf itu adalah segala yg baik.

–  Santai kepada semua urusan duniawi

3. Bertindak mulia dalam keadaan apapun

Wujud bertindak mulia:

Beramal mulia karena Allah semata. Meyakini bisa melakukan suatu amal karena rahmat Allah semata.

– Tiada yang diharapkan dari amal mulia selain hanya Rahmat Allah belaka.

– Beramal yang paling Allah suka dengan cara yang paling Dia suka.

Gimana cara agar bisa punya 3 pilar ?

Ikhlas menjadikan Allah sebagai satu-satunya dalam hidup kita.

Kajian Tadabbur Al-Quran

Masjid Nurul Ashri Deresan

Senin, 7 November 2016

Disampaikan oleh: Ust. Syatori

Ditulis oleh: Irma Yuliana Nurmalasari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s