Be Amazing Muslimah ! [Part 2-END]

image
Foto bersama Teh Rere

Iman itu seperti baterai hape. Kadang 100%, kadang 50%, dan kadang 5%.

Jangan sampai ketika kondisi iman kita sedang sangat baik, lagi semangat ikut kajian, semangat ngaji lalu kita mencibir atau menjauhi orang lain/sahabat kita yang mungkin kadar imannya di bawah kita.

Tetapi rangkul lah dia, ajak dia untuk berhijrah bersama-sama untuk menjadi lebih baik. Ajak dia untuk liqo, ajak untuk ikut kajian, sholat dhuha, dan lain-lain.

Kalau dia tidak mau lalu kemudian berkata,
“aah males aah, ngantuk.”
Pancing dia dengan sesuatu yang dia sukai, misalkan dia suka makan es krim,
“Yuuk, ikut kajian nanti habis kajian kita makan es krim.”

Kalau dia belum berhijab, jangan langsung paksa dia untuk berhijab tapi contohkanlah/ dakwah lewat penampilan kita, kita mengenakan busana syar’i dan berdoa kepada Allah supaya Allah membuka hatinya karena hanya Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia.

Tips menjadi muslimah yang baik :
1. Salimul aqidah
Artinya Bersih aqidahnya dari sesuatu yang mendekatkan dan menjurumuskan dirinya dari lubang syirik.

Syirik adalah mempercayai sesuatu yang datangnya bukan dari Allah. Dosa yang paling sulit Allah ampuni adalah syirik, kecuali jika kita memang benar-benar ingin bertobat.
Contohnya adalah mempercayai ramalan zodiak, ke tempat dukun pengganda duit, mencari tanggal nikah yang bagus biar samawa (padahal semua tanggal itu baik dan jika kita menikah karena Allah, Insyaa Allah samawa).
2. Shahihul Ibadah
Artinya benar ibadahnya menurut Al-Quran dan As-Sunnah.

Ibaratnya jika kita handphone baru dan kita tidak bisa mengoperasikannya.

Apa yang kita lakukan ?

Tentunya kita akan memmbuka buku petunjuk, bukan ?

Sama seperti hidup kita.

Buku petunjuk hidup kita adalah Al Quran karena Al Quran merupakan wahyu dari Allah melalui Rasul untuk memberi peringatan dan kabar gembira.

Telah terbukti, penemuan-penemuan yang saat ini ditemukan ternyata sudah tertulis di Al-Quran yang sudah ada berabad-abad tahun yang lalu.
3. Matinul Khuluq
Artinya mulia akhlaqnya yang dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).

Ada orang yang menganggap islam itu terorisme, islam itu mengekang, dll.

Kita harus tunjukkan bahwa islam bukan seperti itu. Islam adalah rahmatan lil alamin.
4. Qowiyul Jismi
Artinya kuat fisiknya sehingga dapat mengatur kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah dari Allah SWT.
Kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Manfaatkan amanah yg Allah berikan.

Rasulullah SAW bersabda,
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”.
(HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Kesuksesan tidak pernah luput dari kerja keras. Jangan berharap Allah mengabulkan kita untuk menjadi orang sukses kalau tidak memanfaatkan waktu.
5. Mustaqoful Fikri
Artinya luas wawasannya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi di sekitarnya.
Muslimah harus cerdas dan luas wawasannya karena muslimah akan menjadi ibu yang merupakan madrasah pertama anak-anaknya.

Dia (Perempuan) yang menggoyang ayunan dengan tangan kanannya, dan mengguncangkan dunia dengan tangan kirinya.

Artinya apa?
Muslimah adalah tiang negara.

Apabila muslimah di suatu bangsa shalihah, bangsa itu akan kuat dan kokoh.

Apabila muslimah di suatu Negara buruk akhlaknya, maka hancurlah Negara itu. Menurut sebuah penelitian, setiap anak diwariskan tingkat intelektual dari kromosom 1 gen ibunya, bukan ayahnya.

Oleh karena itu, kita harus menuntut ilmu setinggi-tingginya agar mencetak anak-anak yg cerdas karena anak kita berhak lahir dari seorang ibu yang cerdas.
6. Haritsun ‘ala waqtihi
Efisien dalam memanfaatkan waktunya.
7. Nafi’un Li Ghairihi
Artinya bermanfaat bagi orang lain dan keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan dirinya sendiri dan orang lain.

Seperti sebelumnya, jadilah sahabat baik yang mengingatkan temannya dalam kebaikan dan jika teman kita melakukan kebaikan yang kita sampaikan maka akan menjadi amal kebaikan untuk diri kita.

Kita sebagai muslimah yang tidak sempurna seringkali susah untuk menjaga hati kita. Ketemu si doi, “Masyaa Allah dia keren banget, sisain satu yang kayak gini Ya Allah.”, cari tahu tentang dia sebanyak mungkin, mikirin doi, dan hidup terasa hampa tanpa dia.

Dear shalihah, waktu kita terlalu berharga untuk melakukan hal seperti itu lebih baik kita memantaskan diri deh. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Insyaa Allah, kalau jodoh gak akan kemana kok. Pasti akan didekatkan sejauh apapun jaraknya.

Berikut ada tips untuk menjaga hati kita :
1. Memohon doa pda Allah SWT (terutama di waktu-waktu mustajab) karena kekuatan muslim yang terdahsyat adalah doa

“Ya Allah, aku ingin dia jadi jodohku.”

Kalau memang benar-benar cinta, dekati Sang Pemilik Hatinya karena hanya Allah lah yang membolak-balikkan hati manusia dan cintai dengan sewajarnya. Bisa jadi seseorang yang saat ini kita cintai, esok akan menjadi seseorang yang tidak kita sukai dan bisa jadi seseorang yang saat ini tidak kita sukai, esok akan menjadi seseorang yang kita cintai.
2. Menyibukkan dengan Al Quran

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Banyak sekali kebaikan yang kita dapatkan, bukan ?

Dan Al-Quran akan menjadi penolong bagi kita yang membacanya dan mengamalkannya tentunya di akhirat kelak.

Ingat kawan !

Kain kafan tidak bersaku artinya tidak ada barang satupun yang akan kita bawa, hanya amal lah yang akan kita bawa.
3. Jadikan gadgetmu bermanfaaat
Saat ini kita sudah berada di era teknolongi yang canggih. Berapa akun sosmed yang kita miliki yang ada di gadget kita ? Facebook ? Instagram ? Twitter ? Line ?

Kita sebagai muslimah yang cerdas hendaknya memanfaatkan sosmed di gadget kita untuk hal yang bermanfaat. Selain men-follow akun teman kita, kita juga harus follow akun-akun yang bermanfaat yang mengingatkan kita kepada-Nya. Contohnya Dunia Jilbab, Kartun Muslimah, Teladan Rasul, Hijab Alila, Teh Jasmine, Dakwah Media Online, Dakwah Fargimb, dll.

Kebayang gak sih, kalau misal di akhirat besok kita ditanyain, untuk apa kamu manfaatkan gadgetmu ?

Stalking si dia ? Baca berita gossip ? Dakwah ? Baca broadcast yang bermanfaat ?
5. Berkumpul dengan sahabat shalihah

Kita itu seperti sebatang sapu lidi, kawan !

Jika sendirian kita mudah patah, rapuh, futur, mudah tergoda dengan bujukan setan yang terkutuk tetapi jika kita berkumpul dengan sahabat shalihah lainnya, kita akan menjadi kuat dan tidak mudah patah.

Sebab, di lingkaran itu katakanlah ukhuwah islamiyah. Setan akan merasa susah sekali membujuk kita karena di dalamnya terdapat orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Oleh karena itu, jika teman-teman sudah berada di lingkaran itu. Janganlah lepas, hilang, keluar dari lingkaran itu.

Yakin gak nyesel ?
Yakin gak merugi ?
Yakin bakal selamat dunia akhirat ?

Dear shalihah, ingat ini baik-baik

Imam syafi’i berkata:
“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”

Sahabat yang baik akan menjadi penolong kita di akhirat kelak.

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat-sahabat mereka yang yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada Allah
“Yaa Rabb, Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami ?”
Maka Allah berfirman :
“Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat-sahabat mu yan di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah.”
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)

Disampaikan oleh : Ressa Rere
Ditulis oleh : Irma Yuliana Nurmalasari
Sabtu, 12 November
Seminar Muslimah Beauty #2
Keluarga Muslim Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s