Merawat Iman Agar Aman Sepanjang Zaman

 

Aman itu ada dua, yaitu aman secara lahir dan aman secara batin. Aman secara lahir contohnya, kita sakit namun kita tidak mengalami rasa sakit yang seharusnya dirasakan.

Tidak ada yang membuat diri kita aman secara batin kecuali iman.

Iman ini perlu kita rawat seperti halnya mobil/motor yang kita servis setiap bulan. Dalam perawatan mesin mobil/motor kita, kita serahkan pada enginer karena kita tidak punya ilmu yang cukup mengenai masalah mesin kecuali orang yang memang benar-benar mendalami ilmu mesin. Sama seperti iman. Kita tidak punya kesanggupan untuk merawat iman. Hanya Allah saja yang dapat merawat iman kita.

Contoh seseorang yang imannya dirawat oleh Allah adalah Bilal. Bilal adalah seorang budak yang berasal dari Habasyah. Masuknya Bilal ke agama Islam membuat majikannya sangat marah. Bilal pun mengalami siksaan yang sangat kejam dari majikannya.
Bilal dicambuk hingga tubuhnya yang hitam tersebut melepuh. Bilal pun pernah dijemur tanpa pakaian di tengah matahari yang sangat terik dengan menaruh batu yang besar di atas dadanya. Tetapi dengan segala keteguhan hati dan keyakinannya, dia tetap mempertahankan keimanannya meski harus menahan berbagai siksaan yang kejam dari majikannya.

Nabi Muhammad SAW  bersabda , “Al-iman yazidu wa yanqush”
Artinya: Iman bertambah dan berkurang

Tugas kita sebagai manusia adalah merawat iman kita agar iman kita selalu naik dan tidak turun. Iman bertambah karena amal-amal taat dan iman turun karena amal-amal buruk/dosa yang diperbuat manusia. Orang yang beriman tapi masih melakukan dosa disebut orang yang kufur. Kufur itu ibarat benalu pohon iman.

Komposisi iman tiap manusia berbeda-beda:
IMAN : KUFUR
1). 6 : 0 -> Muslim yg sesungguhnya. Seseorang yang melakukan dosa secara tidak sengaja. Kalau tidak sengaja, tidak akan mengganggu imannya. Contohnya, lagi bulan Ramadhan, lalu gak sengaja makan karena lupa. Lalu istighfar. Tidak sengaja, tak apa, Allah memaafkan.
2). 5 : 1 -> Dosa yg disengaja
3). 4 : 2 -> Orang yang berbuat dosa kemudian dia tidak menyesalinya.
4). 3 : 3 -> Dosa yg disenangi. Contohnya, “ke masjid gak ya ? Duh belum selesai nih acara tv nya, nanggung.”
5). 2 : 4 -> Berbuat dosa yg dinikmati. Gak hanya seneng tp jga nikmat.
6). 1 : 5 -> Bangga berbuat dosa. Contohnya, bangga punya pacar.
7). 0 : 6 -> Dosa yg disombongkan
Contohnya, udah bangga banget punya pacar, lalu njelek-njelekin orang yang berusaha jomblo sampai halal. Atau, “aah ngapain gue sholat?, Gue gak sholat gue tetep kaya raya.”

Muslim yang baik, komposisi imannya lebih banyak daripada kufurnya. Oleh karena itu, kita harus selalu muhasabah diri setiap hari, bagaimana kondisi iman kita ? Males kajian kah ? Males ngaji kah ? Lagi vmj kah ? Kita sabar dan ikhlas kah ? Apakah kita lebih mengejar dunia atau akhirat ?

Sangat mungkin sudah beriman tapi melakukan dosa, karena kita hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari dosa. Cara menyerahkan iman kita kepada Allah yaitu dengan beribadah secara ikhlas dan lapang. Ikhlas sedekah, sholat dengan ikhlas, ketika ada cobaan kita sabar dan ikhlas, dll. Insyaa Allah jika kita ikhlas, iman kita terus bertambah dan kita akan merasakan betapa indahnya, manisnya iman. 🙂

Ditulis oleh : Irma Yuliana Nurmalasari
Disampaikan oleh : Ustad Syatori
Sabtu, 29 Oktober 2016 di Darush Shalihat, Pogung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s